Weekly Grammar: Mengenal Apa Itu Zero Conditional

Weekly Grammar: Mengenal Apa Itu Zero Conditional

Hai Wallstreeters! Pernahkah kamu berandai-andai menggunakan bahasa Inggris? Jika ya, kamu pasti menggunakan apa yang disebut dengan conditionals. Bahasa Inggris memiliki 4 macam conditionals, yaitu Zero, First, Second, dan Third conditionals. Selain itu, ada juga yang gabungan dari beberapa conditionals atau mixed conditionals. Semuanya merupakan aspek penting dalam grammar bahasa Inggris. Nah, di kesempatan kali ini, kita akan membahas mengenai Zero Conditional. Apa itu dan kapan ia digunakan? Mari, kita simak penjelasannya di bawah ini.

Sedikit Mengenai Conditionals

Conditionals digunakan untuk menjelaskan situasi yang mungkin terjadi berdasarkan kondisi tertentu, dan ditunjukkan dengan penggunaan kata “if”. Jika suatu hal terjadi, maka akan ada aksi lainnya yang mengikuti. Contohnya adalah:

If students study hard, they learn quickly.

Dalam kalimat tersebut, klausul pertama yang menggunakan if mungkin terjadi, mungkin juga tidak. Namun, klausul yang kedua merupakan hal yang pasti terjadi.

Kapan Kita Menggunakan Zero Conditional?

Zero Conditionals digunakan untuk mengekspresikan:

  • Kebiasaan umum
  • Fakta/kebenaran yang bersifat permanen

Contohnya,

If I am tired, I go to bed early. (Menunjukkan hal yang biasa dilakukan)

If you heat water to 100°C, it boils. (Menyatakan fakta bahwa air mendidih pada suhu 100°C)

Kedua contoh di atas berlangsung secara umum tanpa merujuk ke suatu masa, baik masa lampau ataupun yang akan datang.

Bagaimana Cara Membuat Zero Conditional?

Struktur dari Zero Conditionals adalah sebagai berikut:

If+present simple, present simple

atau

Present simple if+present simple

Intinya, klausul yang menggunakan if merupakan persyaratan yang harus dipenuhi klausul lainnya untuk dapat terjadi. Contohnya adalah sebagai berikut:

If you put food into the freezer, it freezes. (menggunakan struktur pertama)

Food freezes if you put it into the freezer. (menggunakan struktur kedua)

Dari kedua contoh di atas, kita dapat melihat bahwa klausul if you put food into the freezer menjadi prasyarat untuk klausul berikutnya, yaitu food freezes/it freezes untuk dapat terjadi.

 

Kamu dapat melihat contoh-contoh lainnya di bawah ini:

 

If I have a lot of work, I stay in the office until late.

If we have time, we go to the park for a walk.

Teachers get angry if students don’t do their homework.

If it’s very cold during the night, there’s ice on cars.

You put on weight if you eat too much.

If I get a headache, I take a painkiller.

They have a drink together if they win a match.

If you take the ice out of the freezer, it melts.

If you don’t water a flower, it dies.

Penting bagi kamu untuk mengetahui bahwa jika kamu yakin bahwa suatu kejadian pasti terjadi, kamu dapat menggunakan when sebagai pengganti if. Contohnya,

 

When I have a lot of work, I stay in the office until late.

Perlu diingat pula bahwa zero conditional tidak dapat digunakan untuk merujuk pada referensi waktu kejadian atau suatu masa tertentu. Ia hanya dapat digunakan untuk sebuah kalimat atau fakta yang umum saja. Bagaimana, zero conditionals sungguh mudah untuk dimengerti dan digunakan bukan? Kini kamu pasti akan lebih siap untuk mengerjakan tes Wall Street English berikut ini.

WhatsApp chat Kontak Kami - Online